Jumat, 09 Desember 2011

tanpa judul

kelembutan dan kesahajaannya membuat dunia selalu menyapa ramah padanya.
yups diana namanya, gadis berusia 21 tahun berperawakaqn jangkung dan agak gempal namun tetapo cantik dengan balutan gamis dan jilbab arabnya itu.

siang ini diana nampak sayu mungkin karna sakit yang dideritanya akhir akhirn ini ditambah dengan beban kuliah yang semakin menumpuk bak sampah di bantar gebang.


to be continuous

Kamis, 10 November 2011

Merubah paradigma pertemuan=kebahagiaan, perpisahan=kesedihan

ahhhhhhhh bikin intermezzzzzzzzoooooooo dulu yak hahahaha
sebagian hidup kita sering jauh banyak tercurah dengan pilihan - pilihan hidup yang membosankan bahkan terkadang konyol.
konyol dalam artian yang sebenarnya yaitu sikap rasio kita mengalahkan imajinasi kita yang kadang kurang terkontrol. berimajinasi berharap tanpa ada usaha dan memikirkan realitas yang ada. boleh saja bermimpi bahkan bermimpi setinggi tingginya dan ada satu pepatah yang mengatakan "gantungkanlah mimpimu setinggi bintang dilangit karna Allah akan memeluk mimpi2mu".

pertama :
bagaimana korelasi keduanya yang harus dipadukan dengan sangat harmonis? pertama adalah memikirkan apa yang kita punya, kedua memikirkan semangat tekat dan niat kita sebesar apa?, usaha dan keyakinan keberhasilan dengan adanya sedikit keadajiban seerapa besar?

pertanyaannya sekarang apa kaitannya dengan judul diatas adalah:
kadang kita bermimpi pengen mendapatkan jodoh yang soleh/solehah, mampu scara finansial, rupawan, baik dan berbudi luhur pokoknya yang perfect dan josslah, tp apa yang terjadi pada diri kita?
apakah kita sudah memulai tahap perubahan?
memeperbaiki diri?
dan mencoba mengimbangi semua hal yang telah kita kriteriakan?
yups sebagian besar dari kita lupa, lupa akan konsep mengimbangi calon jodoh kita yang kita sendiri belum tahu siap dan sari mana namun kita sudah punya pandangan kriteria2 tersebut harus ada padanya.

kedua :
semakin modern semakin terkini kita terlena akan sebuah patokan umur atau usia
jika menurut ustad salim dan ustad syatori beda usia ideal antara laki dan perempuan hendaknya 3 th, 5 th, atau 8th.
pertimbangannya adalah karna perempuan dan laki tingkat kedewasaannya berbeda.
namun disisi lain ada juga kecenderungan g mau ma yang lebih tua 5-8 tahun ckup beda 1-3th saja kenapa?
alasannya sangat sederhanya yaitu takut ditinggal pasangan menuju surga duluan,..
pengennya sih bareng2 trz didunia smp akhirat hahahaha

ketiga:
jaman sekarang terutama para remaja lebih sering dikenal dengan sebutan "generasi patah hati"
generasi patah hati kenapa, karena ketika cintanya ditolak dy akan patah hati patah smangat patah jiwa bahkan lebih mirisnya lg kehilangan akal sehatnya dengan mencoba bunuh diri.
haduuuuuuuuuuuuuuhhhh emang kagak ada yang laen apa yah didunia ini?
padahal masih banyak "ikan di laut".
yuk mancing yuuuuuuuuukkk,..

keempat:
kurang bisa menerima kekurangan pasangan. saat masih berpacaran sering kali yang baek2 yang diliatin, kesabaran, kepolosan, keromantisan, keegoan hilang lenyap, kemunafikan amblas di tergerus cinta buta...
semua serba indah dah pokoknya..
namun setelah berjalan lama kebosanan akan melanda bak meriam disubuh hari, meledak2 g karuan dah berakhir dengan kekecewaan.

kelima:
rasa syukur yang harus slalu dipanjatkan dan diamalkan dalam setiap langkah, baik saat menunggu jodoh (masa penantian) maupun ketika sudah halal. bersyukur karna masih ada yang mau menerima apa adanya. bersyukur krna kekuranganx tertopang dg kelebihannya, bersyukur karna rasa cintanya g pernah habis tergerus jaman.
bersyukur dan trz bersyukur.

keenam:
pemahaman akan paradigma "pertemuan adalah masa yang sangat indah dan perpisahan adalah kesedihan yang menghujam". kita harus merubah paradigma diatas menajadi "jadikan pertemuan dan perpisahaan adalah hal istimewa dan membahagiakan"
ada sebuah kisah sedih yang pernah ada di bumi. kedua pasangan saling mengenal dalam sbuah even tertentu pada masa mudanya dan mengalami banyak sekali proses2 perkenalan dan interaksi - interaksi yang bisa dibilang sebuah hubungan yang pada akhirnya tersebutlah sebuah janji dan berakhir disebuah pelaminan, yups menikah.
mereka sangat bahagia meskipun sampai usia 80an tdak dikaruniai keturunan dan rasa cinta mereka tak tergerus sedikitpun dangan hal2 yang kurang pantas.
hingga di suatu jumat terdengarlah kabr bahwa sang istri meninggal dunia.
tampak wajah kusut diwajah sang suami yang sangat mencintainya.
namun dihadapan saya bliau mencoba untuk tegar dan tersenyum. begitulah para lelaki jantan menghadapi kehidupannya. meskipun ditinggalkan sang kekasih tetap saja rasa syukur dan kebijaksanaannya tertumpah ruah dalam sebuah senyuman kecil.
mungkin dalam hati bliau menangis namun kami tak tahu dan yang jelas kisah bliau berdua sangat menginspiratif untuk trz memahami bagaimana jodoh diturunkan dan bagaimana cara merawat kesucian cinta mereka.
cuma satu kuncinya "bersyukur tiap yang diberikan oleh Tuhan skalipun kesedihan, karna bisa jadi kesedihan itu adalah kebahagiaan yang tak disadari".

selamat jalan bude, smoga amal ibadah bliau diterima disisi allah dan mendapatkan tempat terbaik disisi Allah.

Selasa, 08 November 2011

Mine Surveying

Beberapa Istilah dalam Dunia Pertambangan

Angle of deep merupakan sudut kemiringan dari sebuah struktur mineral batuan terhadap bidang datar atau horizontal plane.

Back filling merupakan sebuah kegiatan penimbunan kembali sebuah area pertambangan yang telah diambil material tambangnya, penimbunan dilakukan dengan memperhatikan RL topografi disekitar areal pit untuk kemudian dilakukan revegetasi atau reklamasi.

Cropline merupakan perpotongan atau intersection struktur batubara terhadap permukaan topografi yang berupa garis yang menentukan arah awal penambangan.

Mine out adalah sebuah area yang telah diambil deposit tambangnya atau material tambangnya yang dibagian bawahnya sudah tidak ada material tambangnya.

Berm merupakan space dalam jarak tertentu yang menghubungkan secara mendatar antara crest dan toe. Berm yang digunakan sebagai lintasan jalan untuk mengangkut material tambang disebut ramp. Crest and toe biasanya berbentuk tangga atau undak undakan/punden berundak.

Crest adalah istilah untuk tebing atas atau kepala tebing.

Toe adalah istilah untuk kaki tebing.
Center line of road merupakan istilah untuk as jalan atau pusat jalan.

Dept merupakan nilai kedalaman, yang biasanya digunakan untuk menyatakan elevasi atau kedalaman dimana deposit tambang ditemukan.

Updeep merupakan arak kemiringan batubara yang mengarah ke atas atau of rock, pada ujung paling atas akan membentuk outcrop. Pada arah ini akan terbentuk cropline yang merupakan intersec antara kemenerusan batubara dengan topografi.

Downdeep merupakan arak kemiringan batubara yang semakin ke bawah, pada arah ini biasa dibuat final wall sebagai batas akhir areal penambangan.

Slope merupaka kemiringan lereng, biasa dinyatakan dalam satuan derajat atau persen.

Single slope istilah untuk kemirigan pada sebuah lereng tunggal.

Overall slope istilah untuk kemirigan pada seluruh lereng, dari lereng paling bawah sampai lereng paling atas.

Breakline merupakan garis yang saling berpotongan secara tumpang tindih yang menghubungka titik - titik detil (spot height) pada pengukuran survey. Untuk dapat diproses lebih lanjut, garis - garis tersebut harus di break agar tidak saling tumpang tindih.

Final wall merupakan batas akhir dari sebuah areal penambangan, pada final wall dibuat bench - bench untuk mencegah terjadinya longsor. Bench - bench ini berbentuk zig zag. dalam pembuatan final wall harus memperhatikan SR.

BCM (bank cubic metraic) khusus batubara merupakan satuan volume. secara umum BCM merupakan satuan volume dalam m3 hanya saja untuk perhitungan volume batubara/OB maka biasanya digunakan istilah BCM. BCM ini merupakan satuan volume insitu batubara, untuk satuan batubara exsitu digunakan satuan LCM. Untuk volume over burden insitu juga menggunakan satuan BCM.

LCM (loose cubic metric) merupakan satuan volume untuk batubara eksitu, artinya batubara yang telah mengalami pengangkutan atau loading. Untuk menghitung tonage batubara dari pengukuran volume eksitu, maka volume hasil ukuran LCM harus dikonversi terlebih dahulu ke satuan BCM.

Belt conveyor merupakan sabuk yang terbuat dari karet yang terdapat pada conveyor, digunakan untuk media penggerak deposit tambang yang telah mengalami proses penggilingan (crusher) lift batubara.

Conveyor merupakan alat transportasi material deposit tambang yang bergerak secara kontinu dalam sebuah belt/sabuk sehingga dapat membawa material secara kotinu dalam volume yang besar.

Blasting (peledaan material tambang) merupakan proses pengupasan atau pembukaan lapisan overburden dimana menggunakan teknik peledakan dengan menggunakan bahan dinamit. Blasting dilakukan pada areal dimana overburden yang ada struktur batuannya sangat keras sehingga tidak dapat dilakukan pembukaan menggunakan alat berat.Blasting digunakan biasanya pada pertambangan open pit.

Bridge conveyor merupakan kerangka konstruksi pada peralatan conveyor.

Calori value merupakan nilai kalori yang terkandung pada deposit tabang. Pada batubara (coal) nilai kalori berkisar 3000-8000kkal.

Clean coal/washed coal adalah coal yang sudah dicuci atau batubara yang telah mengalami proses cleaning/pencucian. Biasanya coal ini sudah dihaluskan menggunakan crusher, clean coal dapat berupa butiran - butiran halus seperti pasir dan siap untuk dikirim/transport untuk diolah lebih lanjut, misal untuk pembuatan briket batubara.

Coal washing merupakan proses pencucian batubara untuk mendapatkan kualitas yang lebih bagus dengan cara pencucian beberapa nilai parameter kualitas ash, sulfur da kalori dapat dimaksimalkan untuk medapatkan hasil kualitas yang tinggi. Pencucian batubara dilakukan pada keadaan raw coal (coal baru diambil dari pit dan belum dilakukan proses crushing).

Coal merupakan batuan hidrokarbon yang terbentuk dari tetumbuhan dalam lingkungan bebas oksigen serta terkena pegaruh tekanan dan panas yang berlangsung lama.

Core sample merupakan sample yang diambil dari data bor, sampel ini diambil pada proses pengeboran dengan menggunakan teknik coring, sampel batuan/tanah ataupun material yang ada selama proses pengeboran dapat diambil untuk kemudian dianalisa deskripsi batuan tersebut.

Dencity atau densitas/massa jenis merupakan perbandingan massa dan vlume, densitas pada batubara berkisar 1,2-1,4.

Drilling merupakan proses pengeboran pada prinsipnya pengeboran dilakukan untuk menganalisa struktur tanah/batan yang ada dilokasi tersebut dan untuk mengetahui kedalaman deposit.

Dril hole adalah istilah untuk lubang bekas aktifitas pengeboran.

Dumping merupakan kegiatan membuang/dumping material overburden pada areal buangan (disposal area).

Disposal merupakan tempat pembuangan material overburden.

Exploration merupakan pekerjaan/aktivitas untuk menemukan, menentukan batas deposit tambang dan untuk menentukan nilai ekonomi yang potensial guna pekerjaan lebih lanjut. pekerjaan ini meliputi pencarian, reconisance, mapping, penginderaan jauh, geologi, geochemistry, geofisik dan pengeboran, trenching, sampling dll.

Exploitation merupakan kegiatan pengambilan deposit tambang dimana sebelumnya telah dilakukan pengupasan lapisan penutup.

Floor merupakan permukaan bawah dari suatu jenis deposit tambang, istilah ini lebih sering digunakan pada penambangan batubara.

Roof merupakan permukaan atas dari suatu jenis deposit tambang, istilah ini lebih sering digunakan pada penambangan batubara.

Interburden merupakan layer atau lapisan yang berada diantara dua buah lapisan batubara. Layer ini berupa tanah/batuan yang harus dikupas terlebih dahulu untuk mendapatkan batubara.
Land clearing merupakan proses pembersihan lahan dimana vegetasi yang ada disekitar lokasi dibersihkan dan ditimbun pada disposal area besama dengan tanah penutup.

Loading merupakan proses pengambilan deposit tambang dengan menggunakan alat berat seperti whell loader, excavator dsb.

Logging merupakan pekerjaan untuk mendeskripsikan jenis dan struktur batan yang ada dalam tanah. Deskripsi dengan menggunakan sensor elektris yang dapat menentukan jenis dan karakteristik suatu layer/lapisan yang ada. Proses logging dilakukan setelah dilakukan pekerjaan drilling.

Lithology merupakan karakter dari suatu batuan yang dideskripsikan oleh struktur, warna, komposisi mineral, ukuran batuan penyusun, susunan komponen penyusun.

Low sulfur adalah batubara dengan nilai sulfur atara 0,1-1,0%.

Loose factor merupakan nilai penyusutan, nilai ini disebabkan banyak hal karena terbuangnya sejumlah material karena prose pengangkutan ataupun arena tingkat moisture (kadar air) yang berkurang. Loose factor merupakan kebalikan dari sweel factor.

Sweel faktor merupakan faktor pengembang atau nilai pengembang dari suatu bahan tambang yang besarnya berkisar 1,1-1,2. Sweel faktor merupakan perbandingan antara BCM dan LCM.

Metalurgical coal/ met coal adalah coal yang dapat digunakan untuk memproduksi coke(batu arang) yang memiliki tekaan tinggi pada temperatur tinggi.

MT(metric ton) merupakan satuan massa batubara.

Out crop atau singkapan adalah bagian dari bahan galian yang tersingkap atau yang muncul ke permukaan. Pada batubara outcrop banyak ditemui di tebing - tebing sungai, dasar sungai ataupun lereng bukit.

Overburden merupakan lapisan atau layer taah dan batu yang ada diatas coal seam.

Open pit mining (tambang terbuka) adalah salah satu metode penambangan di dalam tanah terbuka untuk mendapatkan deposit tambang. Tahapannya adalah overburden dibuka/dibuang, kemudian deposit tambangnya diloading.

Ore adalah bahan galian(mineral) yang memiliki kadar tertentu dan bernilai ekonomis. Ore dalam bentuk bijih dan biasa digunakan dalam hubungannya dengan logam.

Parting merupakan bagian non batubara (pengotor) yang membagi atau menyisip di dalam satu lapisan batubara.

Pick up adalah progress survey yang merupakan pekerjaan mengupdate keadaan topografi di lokasi pit, yaitu melakukan pekerjaan situasi secara menyeluruh pada semua lokasi pit. Biasaya pick up dilakukan dalam kurun mingguan dan bulanan, hasil dari pekerjaan ini adalah peta kemajuan tambang.

Reclamation adalah proses restorasi/pengembalian fungsi tanah yang telah digali karena aktifitas tambang, meliputi pengkonturan kembali bekas galian dengan cara menutup dengan material overburden untuk kemudian di lapisi lapisan top soil agar bisa ditanami kembali (revegetasi).

Resourches adalah istilah untuk cadangan sumberdaya deposit tambang.

Ritasi adalah cara peghitungan volume dengan cata menghitung jumlah angkutan/trip dari suatu jenis alat pengangkut. Volume ritasi adalah jumlah trip dikali truck factor. Truck faktor adalah nilai rata- rata volume yang bisa diangkut oleh alat pengangkut.

Seam merupakan lapisan batubara. Batubara terbentuk oleh beberapa lapisan, lapisan yang paling muda terletak pada elevasi paling atas. Masing - masing seam mempunyai ciri- ciri dan kualitas tersendiri.

Strike adalah arak kemenerusan batubara, arak strike menunjukkan kemenerusan batubara dan arahnya tegaklurus deep.

Settling pond merupakan tempat untuk menetralan air dilokasi tambang yang bersifat asam biasanya berbentuk kolam/ tanggul yang didesign sedemikian rupa agar air tidak langsung keluar ke sumber air sekitar lokasi tambang tapi harus dinetralkan terlebih dahulu agar tidak mencemari air disekitar lokasi tambang.

Stock pile/inpit stock adalah lokasi untuk menyimpan batubara yang berupa tumpukan-tumpukan batubara yang diambil dari lokasi pit.

Srtipping ratio adalah istilah dalam pertambangan batubara yang merupakan nilai perbandingan antara tonase batubara yang didapatkan dalam satuan MT dengan volume overburden yang harus diambil dalam satuan BCM. Nilai SR menentukan layak tidaknya tambang tersebut diproduksi, yang didefinisikan sebagai jumlah volume overburden yang diambil untuk mendapatkan 1MT batubara.

Shipping atau pengapalan adalah proses transportasi clean coal menuju ke konsumer melalui laut (dengan kapal/tongkang).

Top soil adalah lapisan tanah paling atas berwarna coklat merupakan lapisan tanah tempat tumbuhan hidup.

Thick adalah nilai ketebalan suatu lapisan.

Underground mining adalah metode penambangan bawah tanah/terowongan. Secara umum, akses ke arah bawah tanah/terowongan melalui saluran yang disebut adit.


Daftar Pustaka
Andaru R,. 2006, Praktek Survei dan Terowongan, Jurusan Teknik Geodesi FT-UGM, Yogyakarta.
Basuki, S., 2008, Pengantar Survei Rekayasa, Jurusan Teknik Geodesi FT-UGM, Yogyakarta.
Irvie W., 1995, Penyigian Untuk Konstruksi, edisi kedua, Penerbit ITB, Bandung.
Meyer, C.F., anGibsonD.W., 1984, Survei dan Perencanaan Lintas Jalur, Erlangga, Jakarta.
Takasaki, M., dan sastrodarsono, S., 1981, Pengukuran Topografi dan Teknik Pemetaan, Cetakan pertama, Pradyna Paramita, Jakarta.
Zaim, M., 2005, Open Pit Mining Survey, PT Adaro kalimantan Selatan, Tanjung.

Minggu, 06 November 2011

semua yang datang dariNya akan kembali pula padaNya "innalillahi wa innailaihi rajiun"

langit carah tak berarti semua akan baik baik saja, bis jadi sesaat kecerahan tersebut berubah jadi petaka, mendung, mega atau yang lainnya.
langit mendung bukan berarti akan selalu mendung dan turun hujan yang akan membanjiri seluruh pelosok kota dan desa. bukan sekali lagi bukan.
langit cerah ataupun langit mendung tdak selalu sebagai pertanda tapi kadang berubah fungsi sebagai kamuflase belaka. kadang melihat karang ditengah lautan yang tak goyah ditempa badai dan gelombang kita merasa sedikit bersusah payah dan menyimpulkan pastilah tegar anusia yang sedemikian, tp skali lagi tidak, tidak semua karang dapat berdiri tegar seperti dalam nyanyian, dia mampu berdiri tegar karna satu cintanya, satu keyakinannya, dan satu cinta sejatinya yaitu allah.

melihat tawa dan senyum semringah sahabat yang kita rasa yah kau bahagia sekarang, aku yakin itu kau bahagia dan senang dengan kehidupamu. tapi apa jawabnya "bukan, sebenarnya aku tak sebahagia yang kau lihat, aku merasa sedih dan selalu sedih akhir - akhir ini dan aku berusaha untuk menutupinya dengan senyum dan tawaku".

melihat gelagat dan candanya yang renyah membuatku tersipu dan membuat keputusn "wahai sahabat kau nampak berbeda, begitu bersemangat dan selalu ceria, adakah kisah kehidupanmu kini mulai berubah dengan kebahagiaan?". jawabnya "tidak kawan, bahkan hidupku kini makin tak karuan, tak berarah tujuan, aku kehilangan arah, aku kehilangan kendali, aku kehiangan segala yang menjadi prinsip dan tujuan hidupku. makanya sekarang aku tutupi semua ini dengan keceriaanku".

meliatmu yang tampak murung dan terus menangis hingga kini kau tampak sayu dan tampak kacau galau, " adakah perasaanmu tergoda terlena pada satu masalah berat kawan?". jawabnya "bisa jadi iya bisa juga dibilang tidak sobat, aku murung karna memikirkan semua kehidupan yang pernah ku jalani begitu indah namun perbandingannya kini aku merasakan kemunduran dalam jiwaku, rasa cintaku padaNya sekarang tak lagi sesuci dahulu karna aku mulai mencintai makhlukNya, rasa kecewa yang dulu menghinggapi benakku kini mulai terasing dengan adanya facebook. semua berubah sobat, aku mengalami kemunduran dan kehilangan arah, maukah kau membantuku untuk mengembalikan gerak langahku kembali ke JalanNya, dan bersimpuh pada satu cinta yang hakiki?".

"yups tentu sobat, kau adalah sahabatku tentu saja aku mau membantumu kembali pada jalanNya, dan kau juga harus selalu ingat segala yang kau rasakan murnikanlah, segala yang kau terima sucikanlah, segala anugerahNya ikirkan dalam benakmu bahwa itu semua adalah titipan Sang Kuasa, jangan pernah merasa sombong dan merasa memilikinya karna semua akan kembali padaNya. jangan pernah sedih karna ku tak pantas untuk sedih, jangan pernah kau menangis karna kau nampak jelek ketika menangisi hal yang tak pantas kau tangisi, La tahzan biarkanlah Allah menghiburmu"

lega rasanya bisa nulis sedikit kisah ini, thanks to allah, all praises to allah.
seneng lega bisa membuatku merasa nyaman lagi.
thanks to allah, i believe i can do it, i believe i never walk alone cz U always in my side.

Minggu, 30 Oktober 2011

SOMETHING ABOUT LAND INFORMATION MANAGEENT

Sebelum mengetahui apa itu manajemen pertanahan alangkah baiknya kita tahu definisi tentang tanah. saya tidak akan menjabarkan tanah ke dalam pengertian yang rumit dan banyak sekali pendefinisian tp saya hanya akan mendefinisikan tanah sebagai land dan soil.

Land merupakan suatu wilayah daratan yang bercirikan merangkaum semua tanda pengenal seperti atmosfer, biosfer, tanah,geologi,timbulan, hidrologi,populasi tumbuhan dan hewan serta hasil kegiatan manusia masa lalu dan masa kini yang bersifat mantab/dapat diperkirakan bersifat mendaur sejauh berpengaruh murad atau significant atas penggunaan bahan pada masa kini dan masa edatang.

Soil merupahan lapisan teratas kerak bumi dan meruakan material ubahan dari batuan yng mempunyai sifat sifat fisik tertentu, mempunyai sifat teknik (engineering properties) mempunyai kemampuan menunjang kehidupan biologi da terdiri atas mineral dan bahan organik.

untuk menuju pada konsep MIP selain mendefinisikan tanah juga perlu pendefinisian beberpa aspek terkain MIP.
yaitu Manajemen pertanahan (MP), Administrasi pertanahan (AP), MIP, SIP dan penilaian tanah.

Manajemen pertanahan sebagai seni dan sains untuk pengambilan keputusan dengan tujuan tertentu dengan pertimbangan inventarisasi, alokasi/settlement, pengembangan dan penggnaan serta konservasi sumberdaya tanah (SDT).

Administrasi pertanahan merupakan sebuah kegiatan yang meliputi pengaturan pembangunan dan penggunaan tanah,serta  pengumpulan hasil dari tanah. selain itu juga mengatur mengenai status hak milik, luas tanah serta lokasi tanah.

MIP merupakan pengolahan data pertanahan dan informasi pertanaan dengan tujuan agar memberikan manfaat sebesar2nya baik dimasa sekarang maupun yang aan datang dengan berasaskan sustainable development.

SIP merupakan alat atau sarana untuk pengambilan keputusan baik yang bersifat hukum/legal, administratif dan ekonomi. selaindefinisi diatas SIP juga didefinisikan sebagai suatu kombinasi antara manusia dan sumber2 bersifat teknis bersama dengan prosedur menghasilkan informasi untuk mendukung suatu kebutuhan manajerial.
sistem ini mencakup antara lain :
database yang berisikan data daerah tertentu.
prosedur serta teknik2 yang digunakan untuk pengumpuln data, updating, pengolahan dan diseminasi data dan informasi secara sistematik.

Penilaian tanah merupakan kegiatan penilaian terhadap aspek2 yang berkaitan dengan tanah atau properti antara lain nilai pasar dan nilai penggunaan.dimana nilai tanah sangat dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu faktor :
ekonomi,
sosial,
legal govermental & politikal,
fisikal,environmental & lokasi.

setelah mengetahui definisi definisi terkait MIP maka akan timbul bermacm - macam pertanyaan.
misal :
mengapa perlu MIP?
jawabnya simpel aja, karena tanah merupakan SD utama dalam kehidupan yang jumlahnya terbatas, karena ketrbatasan jumlah yang tidak diimbangi dengan kebutuhan tanah yang semaki meningkat akan muncul persaingan dalam hal penguasaan tanah dari persaingan ini akan menimbulkan sebuah konflik.
konflik ini dapat diselesaikan dengan adanya pengelolaan dan pengaturan terkait pertanahan maka dari itu dibangunlah sebuah manajemen informasi pertanahan. karena tanpa adanya intervensi tanah tidak selalu memberikan yang terbaik bahkan seringkali menimbulkan masalah legal, sosial dan ekologikal.

dari pertanyaan di atas akan muncul kembali pertanyaan faktor apa yang mempengaruhi ketersediaan tanah?
jawaannya ada dalam diagram integrasi hubungan pertanahan yaitu:
faktor kemampuan fisik dn biologis tanah sebagai petunjuk SD yang tersedia dan lokasinya contoh prinsip ekologi, kondisi fisik dan biologi.
faktor pertimbangan ekonomi dan rekayasa contoh penggunaan teknologi yang tepat, surplus benefit.
faktor pengaturan kelembagaan yaitu peraturan perundangan yang dikeluarkan oleh suatu negara yang menyangkut 4 aspek yaitu politik, hukum, budaya dan administrasi.

apa penyebab terjadinya konflik?
adanya ketidaksepakatan yang serius yang meliputi:
ketersediaan tanah yang terbatas,
persaingan antar pengguna tanah,
persaingan antar penggunaan tanah,
sumber data dan informasi yang tidak lengkap,
kehandalan terbatas,
dan satatus hak tidak jelas antara tanah adat dan tanah negara.

kriteria dasar mengidentifikasi sebuah persil agar dapat digunakan dalam pengelolaan informasi pertanahan antara lain:
simplicity, uniquiness, accuracy, flexibility, accessibility dan ekonomi.

setelah mengetahui kriteria identifikasi persil maka kita bisa melakukan tahapan MIP, tahap2 dalam MIP antara lain:
identifikasi isu dengan membuat prioritas dan menyatukan visi yang sama,
perencanaan dan penetapan kebijakan dengan membuat formulasi tujuan,
implementasi dan pemantauan,
evaluasi dan umpan balik.

karena kita tahu tujuan dari MIP salah satunya adalah sebagai sarana dalam pengambilan keputusan, jadi kita juga harus tahu dan paham bagaimana prosedur yang baik dalm pengambilan keputusan antara lain:
identifikasi kebenaran sebuah fakta, pengumpulan fakta - fakta yang berkaitan dengan permasalahan dalam hal ini masalah pertanahan dari fakta - fakta yang terkumpul dihimpun dalam sebuah data yang didalamnya memberikan berbagai macam informasi - informasi terkait dengan pertanahan lemudian dari informasi tersebut dibuatlah sebuah hipotesa dengan panduan ilmu pengetahuan maka akan terbetuklah teori - teori baru kemudian dari pengombinasia teori dan informasi kita buat kriteria - kriteria atau paraeter - parameter terkait masalah pertanahan tersebut, dari kriteria/parameter tersebut kita bisa mengambil keputusan terbaik untuk menyelesaikan permasalahan pertanahan yang kita hadapi.

sebenarnya masih banyak lagi hal - hal yang berkaitan dengan MIP namun karena waktu yang sempit saya cuma bisa mengetik sedemikian rupa dan mungkin juga masih banyak kata yang belepotan maklum masih beajar. semoga bermafaat kedepannya. aamiin,..

Sabtu, 01 Oktober 2011

referensi tentang hal hal terkait survei hidrografi lumayan wat bahan bacaan...

Sekilas Tentang Side Scan Sonar

Teknologi Side Scan Sonar telah dikembangkan pada awal tahun 1960 oleh Dr.Harold Edgerton dari Massachusetts Institute of Technology. Beliau disana sebagai Professor di bidang teknik elektro. Sebelumnya Edgerton telah membuat alat high-speed flash photography pada tahun 1930-an. Dia menemukan bahwa fotografi elektrik tersebut tidak dapat bekerja dalam air, oleh karena itu dia mencoba mengganti denyut pulsa elektrik dengan pulsa akustik. Dengan mengirim energy pulsa akustik dan merekam hasil pantulannya, Edgerton mulai menarik tow dengan kapal dan membuat gambar secara berkelanjutan dari permukaan dasar laut.


Pada tahun 1963, Edgerton menggunakan Side scan sonar untuk menemukan kapal Vineyard diteluk Buzzards, Massachusetts. Selanjutnya pada tahun 1963-1967,  bersama timnya yang di pimpin oleh Martin Klein membuat tow dengan system dual-channeldengan system side scan sonar untuk pertama kalinya. Alat ini telah menolong Alexander Mckfee untuk mencari Raja Henry  VIII yang tenggelam bersama kapalnya Mary rose pada tahun 1967. (Tritech International Limited, 2008)

Side Scan sonar (SSS)

Side Scan Sonar mempunyai kemampuan menggandakan (menduplikasikan) beam yang diarahkan pada satu sisi ke sisi lainnya. Sehingga kita bias melihat ke kedua sisi, memetakan semua area penelitian secara efektif dan menghemat waktu penelitian. SSS menggunakan Narrow beam pada bidang horizontal untuk mendapatkan resolusi tinggi di sepanjang lintasan dasar laut (Klien Associates Inc, 1985).

SSS menggunakan prinsip backscatter akustik dalam mengindikasikan atau membedakan kenampakan bentuk dasar laut atau objek di dasar laut (Russel, 2001 dalam Edi, 2009). Material seperti besi, bongkahan, kerikil atau batuan vulkanik sangat efisien dalam merefleksikan pulsa akustik (backscatter kuat). Seimen halus seperti tanah liat, lumpur tidak merefleksikan pulsa suara dengan baik (backscatter lemah). Reflektor kuat akan menghasilkan pantulan backscatter yang kuat sedangkan rflektor lemah menghailkan backscatter yang lemah. Dengan pengetahuan akan karakteritik ini, pengguna SSS dapat menguji komposisi dasar laut atau objek dengan mengamati pengembalian kekuatan akustik (Tritech International Limited, 2008)

Prinsip pendeteksian dan interpretasi


Side Scan Sonar (SSS) dapat dipasang pada lunas kapal atau ditarik di belakang kapal. Ilustrasi pemasangan SSS menggunakan towed body dapat dilihat pada gambar 3 (a). Pada gambar tersebut terlihat bahwa SSS mentransmisikan pulsa akustik secara menyamping terhadap arah perambatan. Dasar laut dan objek merefleksikan kembali (backscatter) gelombang suara pada system sonar. Instrumen SSS mendekati objek tiga dimensi dan menampilkan objek tersebut dalam bentuk citra dua dimensi. Oleh karena itu, SSS tidak hanya menampilkan objek, melainkan juga bayangan objek tersebut. Pembentukan objek bayangan SSS di ilusrasikan pada gambar 3 (b).

Keterangan pada gambar 3 adalah ebaga berikut. (1) nilai kedalaman dari lintasan akustik, (2) sudut beam vertikal, (3) jarak akustik maksimum, (4) lebar sapuan lintasan dasar laut, (5) jarak SSS dengan permukaan air, (6) jarak pemisah antara port channel dan starboard channel, (7) lebar beam horizontal, (8) panjang bayangan akustik yang disesuaikan dengan tinggi target, (A) area sebelum pengambilan first bottom (pada daerah ini tidak ada suara yang dihamburkan dan ditandai dengan warna hitam), (B) dan (F) tekstur dasar laut, (C) sudut objek yang bersifat sangat memantulkan dengan intensitas yang paling terang, (D) objek yang memantulkan dan (E) bayangan dari target akustik (tidak ada pantulan disini)

Pengolahan data SSS terdiri dari dua tahapan, yakni real time processing dan post processing. Tujuan real time processing adalah untuk memberikan koreksi selama pencitraan berlangsung sedangkan tujuan post processing adalah meningkatkan pemahaman akan suatu objek melalui interprestasi (Mahyuddin, 2008 dalam Edi, 2009). Penelitian yang dilakukan ini, pengolahan datanya adalah post processing.

Interpretasi pada post processing dapat dilakukan secara kulaitatif maupun kuantitatif. Interprestai secara kualitatif dilakukan untuk mendapatkan sifat fisik material dan bentuk objek, baik dengan mengetahui derajat kehitaman (hue saturation), bentuk (shape) maupun ukuran (size) dari objek atau target.

Secara umum, berdasarkan bentuk eksternalnya, target dapat dibedakan menjadi buatan manusia (man made targets) atau objek alam (natural targets). Pada umunya, objek buatan manusia memiliki bentuk yang tidak beraturan (Klien Associates Inc, 1985).

Interprestasi secara kuantitatif bertujuan untuk mendefinisikan hubungan antara posisi kapal, posisi towfish dan posisi objek sehingga diperoleh besaran horisontal dan besaran vertikal. Besaran horisontal meliputi nilai posisi objek ketika lintasan towfish sejajar dengan lintasan kapal maupun ketika lintasan dengan towfish membentuk sudut. Besaran vertikal meliputi tinggi objek dari asar laut serta kedalaman objek (Mahyuddin, 2008).

Daftar Pustaka

Edi, B.P. 2009. Aplikasi Instrumen Akustik Multibeam dan Side Scan Sonar Di Perairan Sekitar Teluk Mandar Dan Selat Makasar. Skripsi (tidak dipublikasikan). Bogor. Institut Pertanian Bogor. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan.

Klien Associates, Inc. 1985. Side Scan Sonar Record Interpretation. New Hampshire. USA.

Russel, Ian. 2001. Basic Principles Of Hydrographic Surveying. Hydrographic Awarness. Seminar and Course: The Importance of Hydrographic Survey for Management and Development of The Coastal Zone; Jakarta, 24-27 April 2001

Tritech International Limited. 2008. Side Scan Sonar. http://www.starfishsonar.com/technology/sidescan-sonar.htm [28 Juni 2009]

 
Sumber diambil dari Tulisan :Faisal Ahmad adalah mahasiswa tingkat akhir di departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, FPIK IPB.

Duniaku Duniamu Berbeda Kawan

Riuh pagi ini di serambi kosan memberikan warna yang ta jauh beda dari hari hari kemarin hanya saja ada beberapa hal yang nampaknya kurang, kurang sebua nama yang tersebutkan dalam sebuah kamar kosong yang tak berpenghuni yang dulu nya sering aku sambangi dan kini telah menjadi milik orang lain.

Ya aku tahu kawan dunia kita kini memang berbeda, pemikira dan idealitas kita kini memang berbeda, aku harus tetap fokus pada satu hal yang akan membawakau ada satu tujuanku, dan kaupun juga harus fkus pada satu tujuanmu sekarang.

Jika semua rasa telah terpatri semua yang kita ingii telah di ujung jalan ddepa mata ku melihat namun jauh rasa di sana tertinggal, aku selalu berdoa untuk kejayaanmu wahai kawanku, aku akan memberikan semua hal terbaikku utukmu karna ku tahu kau adaah teman terbaikku yang sempatku miliki.

Memang dunia kita berbeda tapi bukan berarti semua hal itu akan mengganggu konsentrasi kita dalam mencapai satu tujuan. Kau tetaplah saudaraku temanku sahabatku skaligus kakakku, yakinlah Allah kan beri jalan dan keputusan terbaik untukmu, Allah selalu memberikan hal hal terbaik untuk kehidupan kita kawan, kehidupan dunia dan akhirat kelak.

Rejeki, jodoh, maut semua telah Dia tetapkan tinggal kita berusaha dan menanti eutusanNya dengan sabar.
Andai saja kau thu Dia sangat menyayangimu, memberika semua hal terbaiknya untukmu sehingga memisahkan dunia kita ini, andai saja yah andai saja,..

Kau aktif di dunia mu berkecimpung dengan semua hal yang mengandung kegeodesian bercengkerama dengan data oseanograf, geoid, gaya berat, pasang surut laut, pasut bumi, cycle cycle yang tak ku mengerti sedangkan aku masih saja bermimpi tentang kejayaan survei hidrografi yang aku sendiri masih belum menyadari seberapa jauh kemampuanku untuk bisa merangkul dan memeluk seluruh data record dan program - program yg berpera di dalam data processing.

Jika memang kehendakNya kita kan bertemu maka allah akan mempertemukan kita dalan sebuah pertemuan sakral dimana para pejuang pejuang lain kan berkumpul di sebuah padang halal bihalal alumni geodesi tahun 2013. smoga ke jayaan slalu menyertai langkah kita kawan.

Walau duniaku dan duniamu berbeda please tolong angan jadikan ia sebagai penghalang komunikasi kita, karna aku sangat menhargai pershabatan kita dunia kita almamater kita dan agama kita,..

Sabtu, 17 September 2011

belajar propet


Aku mulai memahami beberapa hal yang semestinya harus kupahami dari awal, yups lebih tepatnya awal aku masuk semester lima tentang bagaimana memahami peta dan proyeksi – proyeksinya sehingga aku bisa benar – benar memahaminya dan mampu mendapatkan nilai maksimal. Namun karna kelalaianku aku lupa karna terlalu terpesona dengan sosok dosen yang sangat mengesankan sebut saja pak aris. Bliau salah satu dosen favoritku untuk beberapa semester ini karena dengan adanya bliau nilaiku jadi lumayan naik thanks to Mr. aris.
Dengan berbagai tempaan dan godaan silih berganti meggalaukan pikiran dan perasaanku yang kian membuncah aku tersadar dengan semua yang terjadi di sekitarku. Aku harus bangkit dan memahami beberapa hal yang layak dan patut ku pahami dan sedikit meninggalkan beberapa kebiasaan burukku yaitu sikap “cuek/masa bodoh”.
Mulai dari jurus pertama :
Pengertian propet yang merupakan singkatan dari proyeksi peta secara sederhana dapat dipahami sebagai suatu metoda/cara untuk mendeskripsikan/ menggambarkan permukaan bumi fisik ke dalam bidang datar atau sebuah bidang proyeksi yang dapat di datarkan. Bidang datar tersebut yang sering dipakai biasanya yaitu bidang kerucut dan silinder salah satu alasannya adlah karena kedua bidang tersebut jika di datarkan tidak mengalami distorsi. Model permukaan bumi yang digunakan antara lain geoid, ellipsoid, bola, bidang datar.
Geoid adalah bidang ekuipotensial gaya berat bumi yang berimpit dengan permukaan air laut rata-rata ( Mean Sea Level).
Ellipsoid adalah ellips yang diputar dengan poros sumbu pendeknya yang digunakan sebagai bidang acuan hitungan. Parameter elips antara lain setengah sumbu panjang : a, setengah sumbu pendek : b, pemampatan : f, eksentrisitas : e.
Bola adalah salah satu model bentuk permukaan bumi yang sering digunakan untuk mewakili bentukan permukaan bumi yang relative sempit dan datar sehingga memudah kan dalam perhitungan secara matematis.
Bidang datar adalah salah satu model permukaan bumi yang mewakili daerah yang relative sempit dan dianggap datar sehingga permukaan bumi bisa langsung digambarkan tanpa harus melakukan hitungan dan transformasi proyeksi peta.
Jurus kedua:
Memahami bagaimana mengetahui cirri – cirri peta ideal antara lain jarak dipeta dan jarak dipermukaan bumi sama setelah dikalikan dengan skala, bentuk dn arah di peta sama dengan bentuk dan arah di permukaan bumi, luas dipeta sama dengan luas di permukaan bumi setelah dikalikan dengan skala. Namun semua cirri – cirri yang diwajibkan tersebut tidak mungkin terpenuhi maka harus ada beberapa solusi yang mampu mengeliminir agar memenuhi syarat tersebut diantaranya membagi – bagi luasan daerah menjadi bagian – bagian yang lebih kecil hal ini dimaksudkan agar daerah yang dipeta kan tampak lebih datar sehingga mampu mengurangi distorsi, yang kedua dengan menggunakan bidang proyeksi datar atau yang dapat di datarkan atau jika didatarkan distorsi yang terjadi kecil.
Jurus ketiga:
Tahu bagaimana proyeksi peta yang bagus untuk wilayah – wilayah tertentu. Proyeksi peta bagus jika distorsi yang terjadi sangat kecil atau mendekati nilai nol atau tidak terjadi distorsi sama sekali. Untuk wilayah ekuator bidang pryeksi yang paling bagus adalah bidang silinder sedangkan untuk wilayah di atas atau di bawah ekuator yang paling bagus menggunakan bidang kerucut. Karena dengan bidang – bidang proyeksi tersebut daerah ekuator dan daerah diatas ataupun di bawah ekuator akan berimpit dengan bidang proyeksi sehingga distorsinya kecil.
Jurus ke empat :
Memahami pembagian proyeksi peta berdasarkan beberapa klasifikasinya.
Berdasarkan bidang proyeksi propet dibagi menjadi 3 yaitu:
a.       Azimuthal yaitu bidang proyeksi berupa bidang datar.
b.      Silinder yaitu bidang proyeksi berupa silinder.
c.       Kerucut yaitu bidang proyeksi berupa kerucut.
Berdasarkan persinggungan dengan bola bumi dibagi menjad 3 yaitu :
a.       Tangent yaitu bidang proyeksi berhimpit atau menginggung bola bumi.
b.      Secant yaitu bidang proyeksi memotong bola bumi.
c.       Polysupeficial yaitu terdiri dari banyak bidang proyeksi.
Berdasarkan sumbu simetri dibagi menjadi 3 yaitu :
a.       Proyeksi normal, sumbu simetri berimpit dengan sumbu bumi.
b.      Proyeksi miring, sumbu simetri membentuk sudut dengan sumbu bumi.
c.       Proyeksi transversal, sumbu simetri tegak lurus sumbu bumi atau terletak pada bidang ekuator .
Berdasarkan sifat asli yang dipertahankan dibagi menjadi 3 yaitu :
a.       Proyeksi ekuivalen, luas daerah dipertahankan sama.
b.      Proyeksi konform, sudut dipertahankan sama.
c.       Proyeksi ekuidistan, jarak dipertahankan sama.
Jurus ke lima :
Mengetahui definisi – definisi yang terkait dengan propet :
a.       Meridian adalah garis yang menghubungkan antara kutub utara dan kutub selatan, garis tersebut berupa setengah lingkaran yang sama besarnya. Garis meridian dimulai dari kota Greenwich.
b.      Paralel adalah garis yang sejajar dengan ekuator, garis tersebut berupa lingkaran yang tidak sama besarnya, makin jauh dari ekuator lingkarannya makin kecil. Jadi lingkaran yang terbesar adalah ekuator.
c.       Bujur suatu tempat (titik) adalah busur yang diukur (dalam derajat) pada suatu parallel antara meridian tempat tersebut dengan “prime meridian” (=meridian Greenwich). Meridian Greenwich mempunyai harga bujur Oo (nol derajat). Panjang bujur 1o di ekuator = 111,322 km.
d.      Lintang suatu tempat didefinisikan sebagai busur yang diukur (dalam derajat) pada suatu meridian antara tempat tersebut dengan ekuator. Lintang mempunyai harga dari 0o pada ekuator sampai 90o di kutub utara dan kutub selatan.
e.       Garis geodesic adalah garis (kurva) terpendek yang menghubungkan dua titik pada permukaan ellipsoid.
f.       Garis loxodrome atau rhumbline antara titik P1 dan P2 adalah garis (kurva) yang memotong meridian dengan asimut α yang konstan.
g.      Tissot Indicatrix : kesalahan elips yang terjadi pada bidang proyeksi, yang diakibatkan adanya distorsi dimana pada bidang datum berbentuk lingkaran.
Jurus ke enam :
Mengetahui beda antara bidang datum dan bidang proyeksi.
Bidang datum adalah bidang yang akan digunakan untuk memproyeksikan titik-titik yang diketahui koordinatnya (φ, λ).
Bidang proyeksi adalah bidang yang akan digunakan untuk memproyeksikan titik-titik yang mempunyai sistem koordinat (X, Y ).
Jurus ke tujuh :
Mengetahui macam – macam proyeksi dan cirri – cirinya . Macam – macam proyeksi yang digunakan di Indonesia antara lain proyeksi polieder, albert, UTM, TM3, TM.
a.       Polieder
1.      Proyeksi kerucut , normal , conform.
2.      Kerucut menyinggung Bola bumi (tangent) pada salah satu paralel (disebut paralel tengah), yang diproyeksikan ekuidistan (merupakan paralel standart, dengan faktor skala (k)=1).
3.      Lebar zone 20’ x 20’ yang disebut sebagai LBD.
4.      Meridian tergambar sebagai garis-garis yang konvergen ke arah kutub. Paralelnya tergambar sebagai lingkaran-lingkaran yang konsentris.
5.      Setiap lembar bagian derajad (LBD), mempunyai sistem koordinat sendiri, yaitu :
Sumbu X  : pada paralel tengah
Sumbu Y  : pada meridian tengah
6.      Titik Nol : Perpotongan antara meridian tengah dan paralel tengah. Titik nol ini disebut dengan pusat Lembar Bagian Derajad ( Lo,Bo)
7.      Konvergensi meridian pada bagian tepi lembar bagian derajad kecil sekali, untuk wilayah Indonesia maksimum sebesar 1,75 menit (untuk Lintang10 derajad).
8.      Untuk jarak-jarak kurang dari 30 Km, koreksi jurusan   (t-T) harganya kecil.
9.      Garis grid dinyatakan dalam kilometer fiktif.
Keuntungan Proyeksi Polieder.
a.   Untuk daerah yang terletak dalam satu bagian derajad (20' X 20'), sekitar 36Km X 36 Km, perubahan jarak dan sudut praktis tidak ada (karena kecil harga perubahannya), sehingga peta jenis ini baik digunakan untuk pembuatan peta skala besar.
b.   Karena jarak dan sudut pada permukaan bumi sama dengan sudut dan jarak di bidang proyeksi (lihat butir a.), maka jarak dan sudut tanpa dikoreksi dapat langsung di plot di atas peta.
Kerugian Proyeksi Polieder :
a.   Jika daerah yang dipetakan luasnya melebihi 36Km X 36 Km, maka harus selalu pindah bagian derajad atau pindah sistem koordinat dengan melakukan perhitungan transformasi koordinat antar lembar bagian derajad.
b.   Garis grid dinyatakan dalam kilometer fiktif (bukan kilometer sebenarnya).
c.   Kurang praktis untuk pembuatan peta skala kecil  (1 : 250.000) yang mencakup daerah luas.
            Penggunaan proyeksi polieder antara lain untuk kepentingan :
1.       Militer ( Dinas Topografi Angkatan Darat).
2.       Badan Pertanahan Nasional (BPN).
3.       Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
4.       Peta Teknik di bidang Rekayasa (Teknik Sipil).

b.      UTM
1.      Silinder, transversal, secant, conform.
2.      Memotong bola bumi di 2 meridian standard, k = 1.
3.      Lebar zone 6 °, sehingga bumi dibagi dalam 60 zone.
4.      meridian tengah tiap zone k=0,9996.
5.      Elipsoid referensi GRS 67.
6.      Absis semu ( T ) : 500.000 m ± X.
7.      Ordinat semu ( U ) : 10.000.000 m – Y.

c.       TM3
1.      Secara geometrik, hampir sama dengan proyeksi UTM, merupakan proyeksi silinder transversal konform dimana bidang silinder memotong bumi ( secant ) di dua buah meridian.
2.      Perbedaannya dengan proyeksi UTM terletak pada penetapan faktor skala di meridian tengah/sentral dan lebar wilayah cakupan ( zone ). Pada proyeksi TM 3°, besarnya faktor skala (k) adalah 0,9999 dan lebar zone = 3°.
Proyeksi meridian sentral dan ekuator masing-masing merupakan garis-garis lurus yang saling tegak lurus. Sedangkan proyeksi meridian dan parallel lainnya merupakan kurva-kurva yang saling tegak lurus.
3.      Tiap zone mempunyai sistem koordinat sendiri , yaitu :
      Sumbu X: Ekuator
      Sumbu Y: Meridian sentral
      Titik Nol: Perpotongan meridian sentral dengan   
                        ekuator
      Absis semu (T): 200.000 m pada Meridian Tengah
      Ordinat Semu (U): 1.500.000 m pada ekuator
      Koordinat (X,Y) dinamakan koordinat sejati,
      dan koordinat (T,U) dinamakan koordinat semu.
4.      Wilayah Indonesia terbagi atas 16 zone, mulai dari        meridian 93° BT sampai 141° BT dengan batas garis parallel ( lintang ) 6° LU sampai 11°, serta tercakup dalam zone nomer 46.2 s/d 54.1.
5.      Proyeksi TM 3° pada umumnya menunjukkan distorsi jarak yang semakin membesar ke arah timur maupun ke arah barat dari meridian sentral. Besarnya faktor skala (k) antara meridian sentral sampai jarak 90.000 m sebelah barat dan timur meridian sentral mempunyai harga 0,9999 sampai 1. Diluar batas tersebut, faktor skalanya lebih besar dari 1. Hal inilah yang membatasi lebar wilayah cakupan (zone) pada proyeksi  TM 3°.
6.      Proyeksi TM 3° beracuan pada  Ellipsoid referensi pada Datum World Geodetic System ( WGS ’84 ).

d.      TM
Cirri – cirinya :
1.      Silinder, Konform, tangent, transversal
2.       Meridian tengah berimpit dengan meridian standart, k = 1
3.      Lebar zone 3o.