ahhhhhhhh bikin intermezzzzzzzzoooooooo dulu yak hahahaha
sebagian hidup kita sering jauh banyak tercurah dengan pilihan - pilihan hidup yang membosankan bahkan terkadang konyol.
konyol
dalam artian yang sebenarnya yaitu sikap rasio kita mengalahkan
imajinasi kita yang kadang kurang terkontrol. berimajinasi berharap
tanpa ada usaha dan memikirkan realitas yang ada. boleh saja bermimpi
bahkan bermimpi setinggi tingginya dan ada satu pepatah yang mengatakan
"gantungkanlah mimpimu setinggi bintang dilangit karna Allah akan
memeluk mimpi2mu".
pertama :
bagaimana korelasi
keduanya yang harus dipadukan dengan sangat harmonis? pertama adalah
memikirkan apa yang kita punya, kedua memikirkan semangat tekat dan niat
kita sebesar apa?, usaha dan keyakinan keberhasilan dengan adanya
sedikit keadajiban seerapa besar?
pertanyaannya sekarang apa kaitannya dengan judul diatas adalah:
kadang
kita bermimpi pengen mendapatkan jodoh yang soleh/solehah, mampu scara
finansial, rupawan, baik dan berbudi luhur pokoknya yang perfect dan
josslah, tp apa yang terjadi pada diri kita?
apakah kita sudah memulai tahap perubahan?
memeperbaiki diri?
dan mencoba mengimbangi semua hal yang telah kita kriteriakan?
yups
sebagian besar dari kita lupa, lupa akan konsep mengimbangi calon jodoh
kita yang kita sendiri belum tahu siap dan sari mana namun kita sudah
punya pandangan kriteria2 tersebut harus ada padanya.
kedua :
semakin modern semakin terkini kita terlena akan sebuah patokan umur atau usia
jika menurut ustad salim dan ustad syatori beda usia ideal antara laki dan perempuan hendaknya 3 th, 5 th, atau 8th.
pertimbangannya adalah karna perempuan dan laki tingkat kedewasaannya berbeda.
namun disisi lain ada juga kecenderungan g mau ma yang lebih tua 5-8 tahun ckup beda 1-3th saja kenapa?
alasannya sangat sederhanya yaitu takut ditinggal pasangan menuju surga duluan,..
pengennya sih bareng2 trz didunia smp akhirat hahahaha
ketiga:
jaman sekarang terutama para remaja lebih sering dikenal dengan sebutan "generasi patah hati"
generasi
patah hati kenapa, karena ketika cintanya ditolak dy akan patah hati
patah smangat patah jiwa bahkan lebih mirisnya lg kehilangan akal
sehatnya dengan mencoba bunuh diri.
haduuuuuuuuuuuuuuhhhh emang kagak ada yang laen apa yah didunia ini?
padahal masih banyak "ikan di laut".
yuk mancing yuuuuuuuuukkk,..
keempat:
kurang
bisa menerima kekurangan pasangan. saat masih berpacaran sering kali
yang baek2 yang diliatin, kesabaran, kepolosan, keromantisan, keegoan
hilang lenyap, kemunafikan amblas di tergerus cinta buta...
semua serba indah dah pokoknya..
namun setelah berjalan lama kebosanan akan melanda bak meriam disubuh hari, meledak2 g karuan dah berakhir dengan kekecewaan.
kelima:
rasa
syukur yang harus slalu dipanjatkan dan diamalkan dalam setiap langkah,
baik saat menunggu jodoh (masa penantian) maupun ketika sudah halal.
bersyukur karna masih ada yang mau menerima apa adanya. bersyukur krna
kekuranganx tertopang dg kelebihannya, bersyukur karna rasa cintanya g
pernah habis tergerus jaman.
bersyukur dan trz bersyukur.
keenam:
pemahaman
akan paradigma "pertemuan adalah masa yang sangat indah dan perpisahan
adalah kesedihan yang menghujam". kita harus merubah paradigma diatas
menajadi "jadikan pertemuan dan perpisahaan adalah hal istimewa dan
membahagiakan"
ada sebuah kisah sedih yang pernah ada di bumi.
kedua pasangan saling mengenal dalam sbuah even tertentu pada masa
mudanya dan mengalami banyak sekali proses2 perkenalan dan interaksi -
interaksi yang bisa dibilang sebuah hubungan yang pada akhirnya
tersebutlah sebuah janji dan berakhir disebuah pelaminan, yups menikah.
mereka
sangat bahagia meskipun sampai usia 80an tdak dikaruniai keturunan dan
rasa cinta mereka tak tergerus sedikitpun dangan hal2 yang kurang
pantas.
hingga di suatu jumat terdengarlah kabr bahwa sang istri meninggal dunia.
tampak wajah kusut diwajah sang suami yang sangat mencintainya.
namun
dihadapan saya bliau mencoba untuk tegar dan tersenyum. begitulah para
lelaki jantan menghadapi kehidupannya. meskipun ditinggalkan sang
kekasih tetap saja rasa syukur dan kebijaksanaannya tertumpah ruah dalam
sebuah senyuman kecil.
mungkin dalam hati bliau menangis namun
kami tak tahu dan yang jelas kisah bliau berdua sangat menginspiratif
untuk trz memahami bagaimana jodoh diturunkan dan bagaimana cara merawat
kesucian cinta mereka.
cuma satu kuncinya "bersyukur tiap yang
diberikan oleh Tuhan skalipun kesedihan, karna bisa jadi kesedihan itu
adalah kebahagiaan yang tak disadari".
selamat jalan bude, smoga amal ibadah bliau diterima disisi allah dan mendapatkan tempat terbaik disisi Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar