Koreksi
radiometric ditujukan untuk memperbaiki nilai piksel agar sesuai dengan yang
sebenarnya yang biasanya dipertimbangkan adalah factor atmosfer sebagai sumber
kesalahan utama. Efek atmosfer menyebabkan nilai pantulan obyek dipermukaan
bumi yang terekan sensor menjadi bukan nulai piksel asli tetapi menjadi lebih
besar karena adanya hamburan atau lebih kecil karena serapan.
Penajaman Citra
Penajaman citra (image enchancement) meliputi seluruh operasi
untuk menghasilkan citra baru dengan kenampakan visual dan karakteristik
spektral yang berbeda. Penajaman citra dilakukan untuk membuat citra memiliki
kesan kontras yang lebih tinggi dari citra awal.
Penajaman citra dilakukan dengan mentransformasikan nilai
piksel, maka akan terbentuk nilai piksel maksmimum yang lebih tinggi dari nilai
maksimum awal dan umumnya nilai minimumnya lebih rendah dari nilai minimum
awal.
Perentangan kontras menciptakan histogram baru dengan julat yang lebih lebar sehingga kualitasnya lebih baik. Dengan julat yang makin lebar dapat dikenali objek dengan lebih mudah. Untuk merentangkan kontras dilakukan dengan merubah nilai piksel dengan dikalikan faktor pengali atau dengan perbandingan Np input-Np min dibagi dengan Np max-Np min dikalikan panjang julat yang diinginkan. Maka akan didapat nilai piksel baru untuk citra yang digunakan. Secara visual, hasil ini berupa citra baru yang variasi hitam putih lebih menonjol, sehingga tampak lebih tajam dan memudahkan proses interpretasi. (Projo Danoedoro, 1996 : 93).
Perentangan kontras menciptakan histogram baru dengan julat yang lebih lebar sehingga kualitasnya lebih baik. Dengan julat yang makin lebar dapat dikenali objek dengan lebih mudah. Untuk merentangkan kontras dilakukan dengan merubah nilai piksel dengan dikalikan faktor pengali atau dengan perbandingan Np input-Np min dibagi dengan Np max-Np min dikalikan panjang julat yang diinginkan. Maka akan didapat nilai piksel baru untuk citra yang digunakan. Secara visual, hasil ini berupa citra baru yang variasi hitam putih lebih menonjol, sehingga tampak lebih tajam dan memudahkan proses interpretasi. (Projo Danoedoro, 1996 : 93).
Koreksi
geometric merupakan koreksi terhadap data citra agar dapat diproyeksikan sesuai
dengan system koordinat yang digunakan. Acuan dari koreksi ini bisa berupa peta
dasar atau data citra sebelumnya yang telah dikoreksi.
Terdapat tiga
macam cara untuk melakukan koreksi geometrik citra (Purwadhi, 2001), yaitu :
1. Rektifikasi
atau restorasi citra supaya didapatkan koordinat citra sesuai dengan koordinat
geografi.
2. Registrasi
citra ke citra
3. Registrasi
citra ke peta
Transformasi
koordinat
Metode yang digunakan dalam proyek ini
adalah dengan melakukan koreksi geometric registrasi citra ke peta, sehingga
menghasilkan citra dalam sistem proyeksi tertentu yang sesuai dengan proyeksi
peta acuan.
Cara yang dilakukan adalah melakukan
transformasi koordinat, yaitu meliputi perujukan titik-titik tertentu yang ada
di citra ke titik-titik yang sama di peta. Pasangan titik-titik tersebut
kemudian digunakan untuk membentuk fungsi matematis yang menyatakan hubungan
antara posisi titik-titik di citra dengan titik-titik pada obyek yang sama di
peta (Danoedoro, 1996).
Metode yang akan digunakan dalam
penelitian ini adalah transformasi koordinat polynomial orde dua. Transformasi
ini minimal menggunakan enam titik kontrol, karena parameter yang belum
diketahui sebanyak 12 buah. Persamaam polynomial orde dua adalah sebagai
berikut :
x = a1u2 + a2v2
+ a3uv + a4u + a4v + a6
y = b1u2 + b2v2
+ b3uv + b4u + b5v + b6
Keterangan
: x,y =
posisi obyek dalam sistem koordinat peta
u,v = posisi obyek dalam sistem koordinat
citra
a1.. a6 = parameter transformasi
b1.. b6 = parameter transformasi
Dalam melakukan transformasi
koordinat akan terjadi pergeseran dalam penentuan titik kontrol. Besarnya
pergeseran ditunjukkan oleh besarnya Root
Mean Square (RMS) Error yang
merupakan standard deviasi jarak sel-x dan sel-y hasil transformasi koordinat.
Untuk mencari besarnya RMS Error digunakan
persamaan berikut :
X RMS Error =
Y RMS Error =
Total RMS Error =
Dimana :
x piksel residual = selisih antara
kolom sebelum dan sesudah transformasi
y piksel residual = selisih antara
kolom sebelum dan sesudah transformasi
Jansen
(1996) mengemukakan bahwa total RMS Error
yang diijinkan adalah sebesar 0,5 piksel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar