1. a.
Dalam menggunakan data penginderaan jauh ada 2 pendekatan yaitu pendekatan
penutup lahan dan pendekatan bentuk lahan. Apa maksudnya dan jelaskan arti dari
pendekatan di atas.
Jawab :
Pendekatan penutup lahan : Setiap bentuk campur
tangan manusia terhadap sumber daya lahan, baik sifat menetap maupun merupakan
daur ulang yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhannya, baik kebendaan maupun
kejiwaan (spritual) atau kedua-duanya. Penggunaan lahan sangat erat kaitanya
dengan aktivitas manusia dan sumber daya lahan. Oleh karena itu penggunaan
lahan bersifat dinamis, mengikuti perkembangan kehidupan manusia dan budaya. Contoh
penggunaan lahan adalah pemukiman, jalan, sawah, kebun campuran, sungai, lahan kosong,
tegalan dan lain sebagainya.
Pendekatan bentuk lahan : Klasifikasi bentuk lahan didasarkan pada
: genesis, proses, dan batuan, seperti yang dikemukakan oleh Verstappen, 1985
dalam Suprapto, 1997; 31-104. Bentuk lahan secara genesis ada 9 yaitu:
a.
Bentuk lahan bentukan
asal vulkanis, merupakan bentukan lahan dari proses vulkanisme atau gerakan
magma yang naik ke permukaan bumi. Contoh :Kawah, Kaldera, Kerucut gunungapi,
Lereng atas gunungapi.
b.
Bentuk lahan bentukan
asal struktural, merupakan bentukan lahan yang terbentuk karena adanya proses
endogen yakni proses tektonik atau diatrofisme. Contoh: Dinding terjal,
Rombakan kaki lereng.
c.
Bentuk lahan bentukan
asal proses denudasional, merupakan bentukan lahan hasil dari proses pelapukan,
erosi, gerak masa batuan dan proses pengendapan. Contoh: pegunungan
denudasional, perbukitan denudasional, perbukitan terisolasi, nyaris dataran.
d.
Bentuk lahan bentukan
asal proses fluvial, merupakan bentuk lahan yang disebabkan oleh
proses fluvial yakni proses air mengalir baik memusat (sungai) maupun oleh
aliran permukaan bebas (overland flow). Contoh: daratan aluvial,
dasar sungai/sungai mati, rawa belakang, daratan banjir.
e.
Bentuk lahan bentukan
asal proses marin, merupakan bentukan lahan yang terjadi akibat pasang surut,
gelombang air laut. Contoh : rataan pasang surut, platform, chiff dan
notch, spit, lidah gosong pasir laut.
f.
Bentuk lahan bentukan
asal proses angin (aeolin), merupakan bentuk lahan diakibatkan oleh proses
angin, gerakan udara dapat membentuk bentuk lahan yang spesifik, dan berbeda
dari proses yang lainnya. Contoh: gumuk pasir dan debu endapan angin.
g.
Bentuk lahan bentukan
asal proses pelarutan, terbentuk dari pelarutan batuan kapur/gamping. Contoh :
plateau karst, hillocks, doline, uvala, dan poljes.
h.
Bentuk lahan bentukan
asal proses Glasial, terbentuk oleh pencairan es/salju yang umumnya terdapat
didaeraha lintang tinggi maupun tempat-tempat yang mempunya elevasi tinggi dari
muka air laut. Bentuk lahan ini dibdakan menjadi 2 yakni erosional dan
deposisional. Contoh bentuk lahan asal proses glasial yaitu circui dan horn.
i.
Bentuk lahan bentukan
asal Aktivitas Organisme, Menurut Verstappen (1977) dalam
Suprapto (1997), bentuk lahan organik bukan hanya terumbu
karang saja, akan tetapi termasuk pesisir bakau (mangrove coast) dan ranca
gambut (peat bog).
b.
Apa yang dimaksud dengan skema klasifikasi dalam metode penginderaan jauh,
kapan skema klasifikasi digunakan.
Jawab :
Skema klasifikasi
adalah proses klasifikasi (mengelompokkan data digital menjadi suatu
kelompok dengan beberapa parameter yang berbeda) dengan mempergunakan metode
kalkulasi algoritmis. Tampilan
baris klasifikasi dapat menampilkan banyak kelas, dengan warna yang
berbeda-beda untuk masing-masing kelas.
c.
Berikan satu contoh skema klasifikasi yang anda ketahui:
jawab :
contoh :
klasifikasi unsupervised/penentuan objek diserahkan
kepada computer. Kita menggunakan klasifikasi unsupervised ketika kita mempunyai
sedikit informasi tentang dataset kita : K-mean dan Isodata
Klasifikasi supervised merupakan metode klasifikasi yang
terbimbing mempunyai acuan atau titik control : Parallelepiped,minimum
distance, Max likelihood, mahalanobis distance.
Contoh untuk klasifikasi pada jenis tanaman :
Ada 5 kelas : jati – lebat, kelapa-agak lebat, pinus-sangat
lebat, karet- jarang, akasia-sangat jarang
2. Untuk
mengekstraksi obyek dalam penginderaan jauh ada beberapa metode yaitu PCA,
Indeks vegetasi, dan klasifikasi. Jelaskan maksudnya dan perbedaan dari ketiga
metode tersebut.
Jawab :
PCA adalah teknik yang
banyak digunakan pada aplikasi pengolahan sinyal, misalnya digunakan untuk
ekstraksi fitur (feature extraction) dan reduksi dimensional. Komponen utama
pada PCA adalah vektor eigen yang berasosiasi dengan nilai eigen yang besar. PCA bertujuan untuk menyederhanakan
variabel yang diamati dengan cara menyusutkan (mereduksi) dimensinya. Hal ini
dilakukan dengan cara menghilangkan korelasi diantara variabel bebas melalui
transformasi variabel bebas asal ke variabel baru yang tidak berkorelasi sama
sekali atau yang biasa disebut dengan principal component.
Indeks Vegetasi adalah besaran nilai kehijauan vegatasi yang diperoleh dari
pengolahan sinyal digital data nilai kecerahan (brightness) beberapa kanal data
sensor satelit. Untuk pemantauan vegetasi, dilakukan proses pembandingan antara
tingkat kecerahan kanal cahaya merah (red) dan kanal cahaya inframerah dekat
oleh jaringan mesofil yang terdapat pada daun akan membuat nilai kecerahan yang
diterima sensor satelit pada kanal-kanal tersebut akan berbeda jauh.
Klasifikasi adalah merupakan proses yang berusaha
mengelompokkan seluruh pixel pada suatu citra ke dalam sejumlah class (kelas), sedemikian hingga tiap class merepresentasikan suatu entitas dengan
properti yang spesifik (Chein-I
Chang dan H.Ren, 2000).
3. a.
Buat diagram alir proses pembuatan peta penggunaan lahan menggunakan citra
resolusi tinggi.
b. Terangkan setiap
tahap yang anda tuliskan dan jelaskan masing – masing perannya.
Persiapkan data yang
diperlukan = RBI, citra lama, citra terbaru
Lakukan koreksi
radiometric histrogram untuk menyesuaikan resolusi sprektralnya.
Lakukan koreksi
geometric untuk membawa citra pada system koordinat peta yang sudah mempunyai
system proyeksi ex: UTM
Lakukan change
detection dan interpretasi citra untuk mengenali obyek,
Buat skema klasifikasi,
gunakan skema klasifikasi yang sesuai dengan kondisi citra.
Overlaykan citra lama
dengan citra baru , lalu lakukan updating untuk penggunaan lahan.
Buat layout peta==รจ
peta penggunaan lahan.
4.
a. Tuliskan judul dari tugas akhir yang anda kerjakan.
b. Tuliskan dari tugas tersebut :
c. Buatlah
diagram alir dari pelaksanaan tugas diatas, tuliskan setiap tahap yang anda
kerjakan dan jelaskan perannya.
JAWABAN TERGANTUNG
MASING-MAHASISWA KARNA MINI PROJECT YG DIBERIKAN TIAP MHSISWA BERBEDA
5. a. Apa yang anda ketahui tentang
Digital Change Detection, terangkan dengan singkat dan jelas.
Jawab
:
Digital
Change Detection adalah teknik interpretasi dalam penginderaan jauh yang
digunakan untuk mengidentifikasi obyek dengan interval waktu tertentu
(berbeda).
b.
Apa tujuannya dan kapan pekerjaan ini digunakan, jelaskan.
Jawab :
Tujuannya
untuk identifikasi obyek dan melihat perubahan dari dua citra yang berbeda
epoch.
Change
detection dilakukan jika data yang akan diolah berupa data digital dan terdiri
dari beberapa epoch yang berbeda